Monday, 20 February 2017

Pengalaman Beli Lego Murah di Blibli, Tokopedia, dan JD.id

Sejak pertama kali aku membelikan mainan Lego buat anakku beberapa tahun lalu, aku tidak tahu secara pasti berapa sih sebenarnya standar harga Lego yang asli. Meskipun dalam varian yang sama, beda toko online selisih harganya tidak cuma ribuan atau puluhan ribu, melainkan bisa sampai ratusan ribu bahkan jutaan Rupiah. Kok Bisa ya...???

Nah, setelah sekitar 3 tahun lebih aku beli Lego dengan berbagai macam varian, bisa kusimpulkan harga lego paling murah secara umum ditawarkan oleh marketplace Tokopedia. Namun, ketika memutuskan membeli Lego di Tokopedia harus pandai-panadai membandingkan harga Lego dengan toko lain yang masih sama-sama di Tokopedia, selisihnya bisa banyak banget. Sayangnya di Tokopedia tidak gratis ongkos kirim, kecuali pas lagi ada promo ongkir gratis yang sering diadakan akhir-akhir ini. Ketika ada promo ongkir gratis, seringkali kumanfaatkan momen itu untuk membeli sebuah Lego. Pengalaman saya membeli Lego di Tokopedia, semua Lego yang kupesan terjamin kualitasnya alias original, asalkan jangan salah pilih dengan produk KW-nya dengan merek san kemasan mirip-mirip Lego.

Untuk pengalaman beli Lego di Blibli bisa mendapatkan harga lebih murah dari yang termurah di Tokopedia asalkan pas ada promo, seperti ketika itu saya dapat diskon Rp300ribu untuk pembelian Lego di atas Rp1juta. Kebetulan saat itu aku beli Lego 10220 Volkswagen T1 Camper Van seharga Rp1,7juta dipotong diskon Rp300ribu jadinya Rp1,4jt, lumayan to..... sayangnya Lego yang kupesan saat itu salah kirim dan aku harus bersusah payah mengurusnya untuk dikirim kembali ke alamatku sekarang. Tapi ada senangnya juga, aku mendapat voucher gratis Lego Polybag dari blibli karena melakukan pembelian Lego itu, dan baru dua pekan lalu kutukarkan vouchernya dengan Lego Polybag berbentuk pesawat terbang.

Nah, minggu lalu aku juga membeli Legodi  JD.id. Bukan Lego yang mahal, hanya Rp99ribu, tapi cocoklah buat anakku yang umurnya belum genap 5 tahun. Lego yang kubeli di JD.id saat itu harganya memang murah apalagi dapat ongkos kirim gratis ke Tulungagung, Jawa Timur. 

Kesimpulannya, jika mau beli Lego dengan harga yang relatif murah dan bersaing, coba cek dulu di Tokopedia. Namun, jika memutuskan untuk beli Lego di situs belanja online lainnya, lebih baik pas ada promo diskon. Perlu dipertimbangkan juga tentang ongkos kirimnya, karena pernah aku beli Lego dengan berat sekitar 5kg yang tentunya ongkos kirimnya akan lebih mahal 5 kali lipat dari yang normal 1kg.

Tetaplah Bijak dan Cerdas dalam Belanja Online!

Friday, 17 February 2017

Pengalaman Beli Tiket Pesawat di Reservasi.com

Lebaran masih 4 bulan lagi, tapi berburu tiket sudah kumulai dari sekarang. Mudik lebaran tahun ini pastinya berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini aku sudah tinggal di Jakarta lagi, Eh bukan Jakarta ding, tapi Jakarta coret alias Tangerang Selatan. Jika empat tahun kebelakang aku mudik dari Balikpapan dan Pontianak, sekarang aku punya banyak pilihan moda transportasi untuk bisa mudik ke Jawa. Bisa naik bus, kereta api, dan tentunya pesawat terbang.

Tahun ini sebenarnya aku berencana mudik naik kereta api, tapi mengingat tiket untuk mudik belum dibuka reservasinya, dan tentunya rebutan tiket secara online, kuurungkanlah niatku mudik dengan kereta, lagi pula aku nggak tahan duduk terlalu lama di bangku kereta meskipun kereta eksekutif sekalipun. Entah kenapa kalau orang lain bisa tidur nyenyak di kereta, tidak demikian denganku. Aku tidak nyaman naik kereta lebih dari 10 jam, entah itu bokongku terasa panas, pundakku pegal semua, dan tentunya membuatku tidak bisa tidur nyenyak. Mudik lebaran dengan bus juga sementara ini tidak kucoba lagi mengingat pengalaman mudik sekitar 7 tahun yang lalu aku terjebak macet parah sehingga puluhan jam berada di jalan. Alternatif terakhir ya naik pesawat....

Nah, akhir pekan kemarin aku beli tiket mudik di Tiket.com, dan untungnya lagi ada diskon Rp100ribu untuk transaksi minimal Rp1juta. Jadilah kubeli tiket ke Surabaya dengan Batik Air, Sabtu 24 Juni 2017 pukul 4.30 pagi. Sengaja kupilih Sabtu pagi agar tidak usel-uselan royokan bus di Terminal Purabaya Surabaya kalau Jumat malam. Udah beli tiket mudik, saatnya cari tiket baliknya. Kebetulan di beranda Tiket.com ada promo mulai tanggal 13 - 19 Februari 2017 ada Garuda Online Travel Fair dengan iming-iming diskon menarik dengan kartu kredit BNI. Kutunggulah keesokan harinya untuk ikut promo itu.

Hari promo itupun tiba, jreng-jreng-jreng..... ternyata banyak syaratnya, dan diskonnya nggak sebombastis iklannya. Diskonnya hanya 7% menggunakan kartu kredit BNI, itu saja hanya untuk maskapai Garuda Indonesia, dan minimal transaksi 1,5juta...... padahal tiket Garuda yang kuincar harganya cuma 1 juta lebih dikit. Arrghhh...mending pakai promo yang weekend saja nggak pakai banyak syarat, bisa pakai semua metode pembayaran, minimal transaksinya cuma 1 juta doang, sudah didiskon Rp100rb. Yo wis lah.....

Dulu kalau mau beli tiket pesawat secara online seringnya lewat website resmi masakapainya langsung, dan sekarang-sekarang ini lebih sering beli melalui Traveloka ataupun Tiket.com, padahal masih ada beberapa portal online yang menyediakan penjualan tiket pesawat dengan harga yang cukup kompetitif. Ku-googling-lah akhirnya nemu situs Reservasi.com. Pada awalnya agak ragu dengan situs ini. Kulihat ada URL-nya ada https-nya jadi menurutku lumayan aman lah. Tak mau sampai di situ, kucoba googling cari pengalaman beli tiket di reservasi.com, ternyata belum ada yang menulis. "Wah bisa berabe nih kalau sudah kadung beli kalau-kalau bermasalah", pikirku buruk.

Iming-iming diskonnya yang lumayan, yaitu jika menggunakan kartu kredit BNI dapat tambahan diskon 8%, dan hebatnya lagi, situs yang kurang terkenal ini tidak menyaratkan minimal transaksi untuk mendapatkan diskon. Wah ini baru keren dan fair....... Ternyata promonya jauh lebih menarik daripada di Traveloka ataupun di Tiket.com. Wah bisa sering-sering beli tiket pesawat di Reservasi.com nih kalau banyak promo kayak gini. Sayangnya, Reservasi.com tidak banyak mempromosikan dirinya di iklan-iklan televisi ataupun media online dan cetak, sehingga kalah pamor dengan situs ticketing online yang sudah punya nama, padahal dari segi kemudahan transaksinya juga tidak kalah mudah. Adapula aplikasi mobile-nya berbasis iOS ataupun Android.

Oiya, setelah aku positif beli tiket di Reservasi.com, untuk menghapus keraguanku, langsung kucek kode booking yang kuperoleh di website Garuda, ternyata benar sudah atas namaku. Barulah aku yakin Reservasi.com benar-benar situs ticketing online terpercaya, haha.....


Saturday, 14 January 2017

Tips Sebelum Membeli Barang di Tokopedia dan Bukalapak

Tertarik dengan promo kirim gratis sampai dengan Rp30ribu jika transaksi menggunakan saldo Tokopedia dengan minimal transaksi Rp200 ribu, jadilah aku ingin mencobanya. Kebetulan aku mau membeli casing HP seharga hampir Rp500ribu, kutransferlah sejumlah uang RpRp500ribu ke Saldo Tokopedia dari rekening Mandiriku.

Langsung kubeli casing incaranku. Selesai transaksi, beberapa waktu kemudian aku mendapatkan notifikasi pesan di akun Tokopediaku, eh ternyata stok casing yang kupesan kosong. Si penjual menawarkan casing model lain, tapi aku nggak sreg, dan memutuskan meminta si penjual uantuk membatalkan/menolak pesananku. Pesananku akhirnya dibatalkan, dan uangku kembali langsung ke Saldo Tokopedia. Nah, asyiknya tokopedia, kalau mau withdraw/redeem dana di tokopedia ke rekening kita, itu cepat prosesnya, nggak sampai sehari sudah masuk lagi uangku ke rekeningku. Pelajaran hari itu, kalau mau pesan barang ke Tokopedia, sebelum kita meng-klik BELI, coba tanyakan ketersediaan stok barangnya ke penjual, karena bisa saja apa yang terpampang di etalase tersedia, tapi kenyataannya kosong, agar nantinya tidak ribet refund seperti yang kualami.

Pengalaman lainnya saat sekitar seminggu lalu saat aku transaksi di Bukalapak. Sebelumnya aku sudah tanya-tanya dulu melalui menu pesan ke penjual mengenai ketersediaan stok, tapi entah mengapa saat aku memutuskan beli sarang yang kupilih itu nggak kutanyakan dulu ke penjualnya, dan langsung ku klik beli sampai transaksi dinyatakan berhasil, baru kukonfirmasi ke penjualnya, ternyata stoknya Kosong, Arghh...... Seperti kasus di Tokopedia, si Penjual menawarkan barang sejenisnya, tapi aku kurang sreg, dan kuminta untuk dibatalkan saja. Uangku pun masuk lagi ke saldo Buka Dompet Bukalapak.

Berarti kesimpulannya untuk transaksi di Tokopedia ataupun Bukalapak, tidak semua keterangan yang tercantum di etalase penjual itu up to date, kita perlu mengkonfirmasinya dulu melalui menu Pesan ke Penjual,da ripda nanti agak repot saat refund. Untung di kedua toko online ini ada fasilitas berkirim pesan dengan penjual, cukup membantu....

Tetaplah Bijak dan Cerdas dalam Belanja Online!

Monday, 9 January 2017

Pengalaman Salah Alamat Pengiriman di Blibli

Awal Desember lalu, aku membeli Lego di Blibli. Kebetulan saat itu Blibli sedang ada promo diskon Rp300 ribu untuk minimal pembelian Rp1 juta. Jelaslah aku tertarik sekali dengan promo itu, kumatlah hobi belanjaku, haha......

Setelah kuubek-ubek etalase Lego Blibli, jatuhlah pilihanku pada Lego 10220 Volkswagen T1 Camper Van dengan dominasi warna merah dan putih. Lego dengan harga Rp1,7 juta itu setelah kubandingkan dengan harga lego sejenis di Tokopedia ternyata relatif murah, apalagi ditambah diskon tambahan sebesar Rp300 ribu. Wow.... siapa yang nggak tergiur.

Sebelum tidur menjelang tengah malam, kusempatkan transaksi terlebih dahulu. Karena aku tidak membuka laptop, dan saat itu sedang berada di kamar, maka aku bertransaksi melalui aplikasi Blibli di HP androidku. Setelah kuklik-klik dan memilih metode pembayaran dan alamat pengiriman, tibalah saatnya untuk membayar.

Alangkah terkejutnya aku saat usai membayar, terteralah alamat pengirimannya ke kantorku yang lama di Balikpapan, padahal sebelumnya aku telah memilih pengiriman ke alamat rumahku di Tangerang Selatan. Mungkin aplikasi Blibli di Android sedang error. Mumpung masih belum keluar resi pengirimannya, langsung saja ketika itu aku menelpon customer care Blibli dan diterima oleh Mas Yongki kalau nggak salah namanya. Aku menceritakan permasalahannya dan yang bersangkutan berjanji untuk segera mengkoordinasikan ke bagian pengiriman, bahwasannya aku minta pengiriman ke rumahku di Tangsel.

Untuk back up pengaduanku melalui telepon CS, maka kuemail juga customer care Blibli dan dibalas oleh Mas Ubay. Jawabannya lagi-lagi normatif akan segera diteruskan ke bagian pengiriman. Hari berganti hari, dan setelah kucek dengan fasilitas lacak barang pesanan di website Blibli, ternyata Legoku tetap dikirim ke Balikpapan. "Buset dah jadi selama ini usahaku menghubungi customer care sia-sia dong.....!, keluhku spontan.

Langsung kuemail kembali customer care Blibli dan jawabannya masih sama akan mengusahakan bla-bla-bla..... Entah berapa banyak email yang kukirim hampir satu bulan lamanya, yang jawab ada si Ubay, si Joe, dan entah siapa lagi. Ku cek resi pengirimannya di website JNE ternyata barang pesananku sudah cukup lama sampai di Balikpapan sampai ada keterangan "DIAMBIL SENDIRI", padahal aku tidak memintanya. Sampai aku ditelpon oleh orang JNE Balikpapan menanyakan kapan barangku diambil. Busett dah...!

Bosan dengan janji-janji manis customer care Blibli, akhirnya pada akhir Desember kemarin aku meminta temanku di Balikpapan dan mengirimkannya ke alamat rumahku di Tangerang Selatan. Sangat disayangkan sekali, inilah yang diterima pelanggan setia blibli, padahal dulu pelayanan customer care blibli bukan hanya di mulut saja melainkan aksi nyata. Mulai dari retur barang, barang salah jenis, salah ukuran, sampai diberi voucher permintaan maaf, tapi semua hal manis dengan customer care Blibli itu sekarang tinggal kenangan. Sungguh sangat disayangkan.......

Sunday, 8 January 2017

Pengalaman Refund di Tiket.com

Lagi-lagi aku harus melakukan refund, suatu kegiatan yang pastinya kalau bisa dihindari. Akhir tahun kemarin aku berencana untuk pulang ke Tulungagung untuk merayakan tahun baru dengan anak istriku. Jadilah jauh-jauh hari kupesan tiket untuk pulang tanggal 30 Desember, dan kupilih penerbangan malam hari sekitar pukul 20.30 dengan maskapai Lion Air. Beberapa hari kemudian aku mendapatkan SMS notifikasi bahwa penerbanganku dimajukan menjadi pukul 18.20, "Waduh, nggak mungkin sampai bandara nih kalau jam segitu, lha wong absen pulang saja baru jam 17.00, belum lagi kalau macet....!" gerutuku saat menerima sms itu.

Langsung kuputuskan untuk me-refund daripada aku harus pulang kantor lebih awal demi mengejar pesawat. Kebetulan tiket Lion Air itu kubeli melalui Tiket.com dan tiket.com belum punya sistem refund terintegrasi dengan aplikasi seperti halnya traveloka, jadilah aku menelpon CS tiket.com.

Kalau jadwal tiket dimajukan sepihak oleh maskapai harusnya dari ketentuan yang berlaku, saya berhak mendapatkan refund 100% jika saya tidak setuju dengan perubahan jadwal itu. Si customer service tiket.com hanya menjanjikan segera memproses dan meneruskan permintaan refund ke pihak maskapai dan saya pun disuruh menunggu proses refund sampai dengan 90 hari.

Tidak seperti di Traveloka yang meskipun maksimal proses refund-nya sama-sama 90 hari tapi dengan sistemnya yang lebih canggih, traveloka menawarkan pemantauan progress refund, berbeda halnya dengan tiket.com yang entahlah sampai tahap apa progress refund berlangsung.

Sampai saat ini setelah hampir satu bulan kuajukan proses refund belum ada kabar apapun, dan aku pun nggak bisa memantau sampai dimana proses refund yang kuajukan, tetap khawatir uangku nggak kembali, haha..... Tapi aku yakin, nama besar tiket.com akan membantuku menyelesaikan proses refund, hanya saja tiket.com dengan sumberdaya yang dimilikinya harusnya mampu membuat aplikasi refund yang terintegrasi dengan sistemnya sehingga pelanggan tidak perlu direpotkan untuk menelpon CS, padahal nelpon CS tiket.com tidak mudah lho, perlu berkali-kali mencobanya dan tentunya butuh pulsa yang tidak sedikit, hehe.......

Perang diskon sekarang ini tidak zamannya lagi, tapi bersaing memberikan pelayanan, kemudahan, dan pengalaman terbaik baik pelanggan itulah yang akan memenangkan kompetisi jangka panjang dan menjaga loyalitas pelanggan.