Saturday, 6 May 2017

Praktis Mana Mandiri Clickpay atau Klikpay BCA?

Dua Bank Nasional ini memang seteru abadi, yang satu merupakan Bank BUMN dengan aset terbesar diantara Bank BUMN, yang satunya lagi Bank Swasta dengan Aset terbesar pula diantara aset Bank Swasta nasional. Nggak perlu kita bahas apa saja perseteruannya, kita bahas saja salah satu layanannya dalam pembayaran online.

Mandiri Clickpay
Fitur pembayaran online dari Bank Mandiri ini kalau nggak salah ingat muncul lebih awal daripada layanan Klikpay BCA. Layanan ini pada awalnya memang ditujukan untuk mempermudah pembayaran secara online, yang semula pembeli harus ribet melakukan transfer, dan si penjual/toko harus melakukan verifikasi manual untuk penerimaan transfer, dengan adanya mandiri clickpay semua berjalan otomatis dan lebih praktis.

Untuk mendapatkan layanan ini, kita sebelumnya harus punya akun internet banking mandiri. Kita juga perlu mengaktivasi layanan mandiri clickpay melalui menu Mandiri Clickpay di Internet Banking Mandiri. Kita diminta untuk memasukkan 16 digit nomor kartu debit (ATM) Mandiri.

Menu Aktivasi Fitur Mandiri Clickpay di Halaman Internet Banking Mandiri

Dalam prakteknya saat kita memilih opsi pembayaran mandiri clickpay saat bertransaksi di toko online, kita langsung diarahkan ke halaman pembayaran mandiri clickpay. Ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan, yaitu:

  1. Kita diminta memasukkan nomor kartu debit
  2. Kemudian kita harus mengaktifkan token PIN Mandiri dan memilih Menu APPLY 3
  3. Kita kemudian memasukan tiga tahap angka-angka yang ditampilkan di halaman situs toko online untuk men-generate angka acak/PIN yang harus kita masukkan di halaman situs itu.
Kelemahan sari Mandiri Clickpay adalah  tahapannya yang agak banyak, perlu membawa token PIN Mandiri, dan perlu tahu nomor kartu debit. Kelebihannya tidak perlu HP untuk menerima PIN ataupun OTP.

BCA Klikpay
Sama seperti Mandiri Clickpay, sebelumnya si nasabah harus mempunyai akun internet banking BCA (Klik BCA). Berbeda dengan Mandiri Clickpay, Klikpay BCA tidak perlu mencantumkan nomor kartu debit ataupun menggunakan Key BCA (sejenis Token PIN Mandiri), tetapi harus membawa HP yang nomornya telah teregistrasi dalam layanan Klikpay BCA.

Begitu pembeli memilih pembayaran Klikpay BCA, maka langsung di-redirect (dialihkan) ke halaman situs klikpay BCA. Kita tinggal memasukkan username (email yang sudah teregistrasi dengan layanan Klikpay BCA) dan password. Setelah itu, kita akan menuju halaman berikutnya untuk memasukkan One Time Password (OTP) yang dikirimkan ke HP kita. Sebelumnya kita bisa memilih sumber dana dari Klik BCA (didebet langsung dari rekening kita) ataupun memilih Kartu Kredit (Kartu Kredit BCA).

Menurut saya pribadi, Klikpay BCA lebih praktis daripada Mandiri Clickpay karena tahapannya lebih singkat, tidak perlu bawa kartu ATM (ingat nomor kartunya) ataupun membawa token PIN fisik. Tapi terkadang ketika proses redirect dari halaman situs toko online ke halaman situs Klikpay BCA tidak berjalan mulus dan mengakibatkan error, seringkali disebabkan koneksi internet yang tidak stabil ataupun OTP yang agak lama /telat masuk ke HP kita sehingga transaksi pun gagal. Sesuatu yang tidak terjadi jika menggunakan Mandiri Clickpay. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik, tinggal kita sebagai penggunanya lebih nyaman dan lebih percaya yang mana.

Tetap Bijak dan Cerdas dalam Belanja Online!

Perbedaan Pembayaran Transaksi Online dengan Klikpay BCA vs Klik BCA



Halaman login Klikpay BCA 
Seringkali jika belanja online untuk pembayaran menggunakan BCA, kita dibingungkan dengan dua istilah pembayaran online yang disediakan oleh BCA, yaitu Klikpay BCA dan Klik BCA. Lalu bedanya apa to, lha wong podo-podo BCA-ne?

Klikpay BCA
Fasilitas pembayaran dari BCA ini mulai muncul sejak mulai maraknya belanja online di negeri ini. Sistem pembayaran ini memang lebih dikhususkan untuk menyelesaikan pembayaran saat belanja online dengan cepat, aman, dan tentunya praktis. Sebenarnya Klikpay BCA merupakan salah satu bagian dari layanan internet banking BCA (Klik BCA). Untuk dapat menggunakan Klikpay BCA, kita harus terlebih dahulu punya akun Klik BCA. Meskipun kita punya akun Klik BCA kita tidak serta merta otomatis punya akun klikpay BCA, kita wajib terlebih dulu untuk daftar layanan klikpay BCA di sini.

Untuk pembayaran online jika kita memilih pembayaran dengan metode klikpay BCA maka kita akan langsung diarahkan ke halaman klikpay BCA. Kita masukkan username (berupa email) dan password, serta mengetik ulang kode unik yang tertera di halamannya. Setelah itu baru kita diarahkan ke halaman pembayaran yang di situ tertera nominal yang harus kita bayar, toko tempat kita transaksi. Pastikan kita cek kembali nominal yang harus kita bayar dan nama tokonya, jika sudah benar kita bisa lanjut memilih membayar dengan klik BCA (langsung debet rekening) atau dengan kartu kredit BCA. Setalah kita pilih salah satunya, kita klik menu Kirim OTP. Beberapa saat kemudian One Time Password (OTP) alias password sekali pakai akan kita terima melalui SMS di nomor HP yang kita daftarkan pada layanan klikpay BCA ini. Kita masukkan OTP kemudian Klik Bayar. Selesai sudah pembayaran kita. Cukup Praktis, tidak perlu repot memasukkan angka acak/token dari Key BCA.

Klik BCA
Menu Pembayaran e-Commerce di Klik BCA
Selain Klikpay BCA, kita juga seringkali menjumpai toko online memberikan alternatif pembayaran dengan Klik BCA. Jika kita memilih pembayran dengan Klik BCA, maka kita diwajibkan memasukkan username Klik BCA kita di halaman pembayaran toko online tersebut. Tidak seperti pembayaran melalui Klikpay BCA yang langsung diarahkan ke halaman Klikpay, untuk Klik BCA kita harus membuka halaman Klik BCA secara manual. Setelah berhasil masuk, kita pilih menu Pembayaran e-Commerce. Kemudian Pilih kategorinya entah itu marketplace, penerbangan, atau yang lainnya. Kemudian pilih nama perusahaannya, dan pilih sumber rekeningnya. Setelah itu klik lanjutkan akan muncul nama transaksi kita dan jumlah nominal yang harus kita bayar, jika sudah kita pastikan benar, kita pilih transaksi itu, dan lanjutkan pembayaran dengan tentunya memasukan token dari Key BCA.

Jadi kesimpulannya, pembayaran online menggunakan Klikpay BCA akan lebih cepat daripada dengan Klik BCA. Klikpay BCA juga tidak perlu Key BCA yang seringkali kita lupa membawanya, tapi kita tidak boleh lupa bawa HP yang nomornya sudah teregistrasi dengan layanan Klikpay BCA. Kalau Klik BCA malah tidak perlu pakai HP untuk mendapatkan tokennya, hanya perlu bawa Key BCA. Tahapan untuk Klik BCA juga lebih. tapi untuk keamanan menurut saya sama saja, toh sama-sama satu sistem.

Tetap Bijak dan Cerdas dalam Belanja Online!

Wednesday, 3 May 2017

Komplain Tokopedia via Fitur Pusat Resolusi

Lagi-lagi Komplain. Hal yang paling tidak enak dalam belanja online. Tokopedia memang 'unik' dalam menangani komplain pelanggannya. Apanya yang unik? Uniknya, Tokopedia tidak mencantumkan nomor telepon costumer care secara langsung, melainkan Tokopedia membuat sebuah sistem dengan berbagai macam prosedurnya yang menuntut si pembeli yang komplain mengikuti prosedur komplain yang ada melalui Fitur Pusat Resolusi.

Mungkin sudah sekitar 7 tahun aku menjadi pelanggan setia Tokopedia, dan beberapa komplain telakulayangkan, baik melalui email ataupun melalui telepon langsung dengan customer service, baru kali ini kalau nggak salah aku memanfaatkan fitur Pusat Resolusi untuk membereskan komplainku.

Nah ceritanya begini, 15 April 2017 aku membeli sebuah casing HP yang menurutku lumayan mahal sekitar Rp650ribu di salah satu pelapak Tokopedia. Sebelumnya aku coba chat dengan pelapaknya melalui fitur chat di tokopedia tentang ketersediaan produk, dan si pelapak pun menjawab barangnya ready. Aku chat dulu dengan pelapak karena beberapa kali ketika aku order sudah bayar, ternyata barang kosong dan order dibatalkan oleh si pelapak, nggak enaknya pengembalian dana perlu beberapa hari. Nah, ketika kukonfirmasi melalui chat, si penjual sudah confirm barangnya positif ada, aku pun langsung order.

Kalau nggak salah inngat tanggal 22 April 2017, barang pesananku datang. Segera saja kubuka bungkus paket pesananku yang dibungkus seadanya itu. Betapa terkejutnya aku ketika bungkusan itu kubuka. "Waduh, kok barangnya nggak sesuai dengan yang kupesan, wah harus segera komplain nih sebelum uangnya ditransfer tokopedia ke pelapaknya!", gerutuku dalam hati.

Segera kugoogling cara komplain di tokopedia selain melalui email ataupun telepon costumer care. Ternyata memang untuk komplain di Tokopedia diarahkan menggunakan fitur Pusat Resolusi. Ada beberapa tahap yang harus kulalui untuk komplain melalui pusat resolusi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Tahap pertama yang kulakukan adalah mengkonfirmasi penerimaan barang, kemudian klik KOMPLAIN
  2. Dalam fitur komplain akan ada beberapa jenis komplain, saat itu aku pilih barang tidak sesuai dengan deskripsi.
  3. Kita kemudian diarahkan ke pusat resolusi yang berisikan halaman diskusi antara penjual dan pembeli
  4. Saya diminta untuk mendeskripsikan komplain diserta bukti fotonya. Langsung saja kutulis komplain sejelas-jelasnya dan kulampirkan foto produknya. Ada dua solusi  yang ditawarkan pengembalian dana atau tukar produk sesuai deskripsi. Aku memilih tukar produk sesuai deskripsi.
  5. Setelah kita submit, kita diminta menunggu jawaban dari penjual, kalau dalam waktu 3 hari penjual tidak merespon baru kita bisa meng-klik menu BANTUAN yang akan muncul pada hari ketiga setelah komplain.
  6. Setelah kutunggu selama tiga hari atau sampai dengan tanggal 25 April 2017, ternyata penjual tidak meresponnya, akhirnya ku klik tombol BANTUAN yang sudah muncul.
  7. Tidak sampai satu hari, pihak costumer care Tokopedia menjawab permintaan bantuan kita dengan menyarankan saya untuk menambakan bukti gambar produk yang lebih lengkap dari berbagai sisi dan menunjukkan bagian mana yang tidak sesuai, dan kalau hal itu tidak segera kulakukan dalam beberapa hari, pihak tokopedia akan otomatis membatalkan komplain dan meneruskan dana ke penjual. Wah gawat kalau ceritanya seperti ini, untuk aku selalu mengikuti notifikasi yang diberikan oleh tokopedia melalui email.
  8. Langsung saja kulengkapi foto produknya dari berbagai sisi, dan kuperjelas lagi dalam deskripsi komplainku mengenai bagian yang tidak sesuai produknya.
  9. Tokopedia segera memverifikasi komplainku dan meneruskannya ke penjual.
  10. Dalam halaman diskusi, tokopedia meminta penjual untuk mencantumkan alamat retur barang.
  11. Akhirnya dalam beberapa hari si penjual pun mengirimkan alamat retur. Aku pun diminta untuk mengirimkan barangya ke alamat itu yang ternyata di Tegal.
  12. Akhirnya tanggal 27 April barangnya pun kukirim kembali ke pelapak menggunakan JNE dengan ongkos kirim Rp18.000.
  13. Tanggal 30 April 2017, barang kirimanku sudah sampai tujuan. Hal itu aku ketahui melalui notifikasi dari tokopedia via email.
  14. Akhirnya kemari tanggal 2 Mei 2017, si penjual memberikan tawaran solusi yaitu pengembalian dana karena tidak ada stok barang yang kupesan. 
  15. Daripada berlarut-larut, kuterima saja solusi itu meskipun aku sudah rugi waktu, rugi biaya kirim balik, dll. Ku-klik tombol terima solusi, dan uangku akan dikembalikan oleh Tokopedia.
  16. Karena aku membayarnya dengan kartu kredit, maka tokopedia berjanji mengkreditkan kembali dana ke kartu kreditku maksimal dalam 14 hari.
  17. Tidak ada kompensasi apapun dari penjual ataupun tokopedia terkait ketidakpuasan yang kualami. tapi nggak papa lah, yang penting uangku kembali, itung-itung menambah pengalamanku dalam belanja online yang bisa ku-share ke teman-teman yang mempunyai kasus sepertiku, hehe.....
Saat komplain melaui pusat resolusi, kita wajib memantau notifikasi di email kita, minimal satu hari sekali untuk mendapatkan update mengenai diskusi ataupun solusi terkini. Sistem komplain Tokopedia saat ini memang agak ribet, tapi itu mungkin untuk mengantisipasi banyaknya komplain di salah satu marketplace terbesar Indonesia yang pertumbuhannya sangat pesat ini. Bisa dibayangkan jika komplain semaunya melalui telepon, berapa banyak tenaga costumer care yang harus disediakan tokopedia. Semoga Tokopedia ke depan memberikan pelayanan yang semakin baik dari sekarang, membangun sistem komplain yang lebih simpel tetapi tetap efektif.

Tetaplah bijak dan cerdas dalam Belanja Online!



Sunday, 5 March 2017

Pengalaman Beli Lego Creator 10242 di Lazada

Lego Creator 10242 Mini Cooper (source: shop.lego.com)
Kali ini tidak di Tokopedia, Blibli atau JD.id aku beli Lego-nya, tetapi di Lazada. Tak lagi tak bukan ya karena harganya yang jatuhnya lebih murah setelah diskon. Kalau di Blibli pas ada diskon untuk Lego harganya lumayan lebih rendah dari yang lain, begitu pula di JD.id, tapi kalau di Tokopedia rata-rata harganya lebih murah daripada toko-toko online lainnya meskipun jarang ada promo.

Nah, kebiasaanku sebelum beli Lego adalah membanding-bandingkan harga Lego sejenis, baik itu antar sesama pelapak di Tokopedia ataupun di toko online lainnya. Kebetulan saat itu aku pengen beli Lego Creator seri 10242 Mini Cooper yang rata-rata harganya di online store sekitar Rp1,5 juta. Nah kebetulan di Tokopedia ada pelapak yang menjualnya seharga 1,3 juta eh ternyata si pelapak yang sama juga menggelar dagangannya di Lazada dengan harga yang sama. Kebetulan lagi saat itu di Lazada ada promo diskon 15% dengan maksimal diskon Rp150 ribu dengan minimal belanja Rp800 ribu jika menggunakan Kartu Kredit Mandiri. Langsung saja kuputuskan beli Lego itu di Lazada, mumpung ada diskon, hehe....... Lagian beli di Lazada dengan kartu kredit tidak kena biaya administrasi sebesar 1,5% seperti yang dipatok di Tokopedia ataupun Bukalapak.

Beberapa hari setelah pesan, Lego pun datang dengan pengemasan yang cukup bagus sehingga tidak penyok-penyok kardusnya. Jadi sekali lagi jika mau beli Lego, rajin-rajinlah cek harganya di beberapa toko online. Di dalam toko online pun juga harus jeli melihat mana pelapak yang menawarkan harga paling murah tanpa mengesampingkan reputasinya tentunya.

Preorder Blackberry Aurora di Dinomarket.com

Halaman Preorder Blackberry Aurora di Dinomarket.com
Hari ini tak sengaja ketika membuka laman Lazada, kutemukan banner Preorder Blackberry Aurora, Blackberry terbaru hasil produksi PT BB Merah Putih yang mendapat lisensi dari Blackberry untuk memproduksi danmemasarkan Blackberry di wilayah Indonesia. Tertarik melihat spec-nya, ku kliklah banner itu. Tapi ketika kuklik nggak mengarah ke halaman preorder Blackberry aurora malah ke halaman display produk jam tangan. Akhirnya kuketik kata "Blackberry Aurora" di kolom search, dan ketemulah halaman preordernya.

Di halaman preorder tertera harga preordernya seharga Rp3.499.000. Adapula gimmick tambahannya berupa gratis Smart Flip case dan speaker portabel mini JBL Go. Tidak cukup di situ adapula tambahan diskon jika menggunakan kartu kredit BNI, OCBC NISP ataupun Bukopin. Spesifikasinya ternyata lumayan, RAM-nya 4GB, memorinya 32GB, Baterainya 3000 mAH, meskipun prosesornya tidak termasuk yang terkencang.

Aku jadi teringat dengan HP istriku yang sudah sering eror, aku pun berniat membelikannya yang baru dengan BB ini. Sebelum memutuskan untuk membeli kucoba googling Blackberry Aurora di Youtube ataupun di Google, ternyata belum banyak yang mengulasnya, karena baru launching 3 Maret kemarin. Video di Youtube pun kebanyakan menampilkan gambar dan spesifikasinya saja, belum ada yang mereview aslinya. Aku memilih Blackberry karena menurutku push mailnya belum ada yang bisa menandingi, begitu real time, iPhone sekalipun belum sanggup menandinginya. Kalau mengenai spec-nya sendiri sih biasa saja menurutku malah cenderung overvalue jika dibandingkan handset merek lain.

Nah saat googling itulah ternyata bukan Lazada saja yang membuka preorder, ternyata hampir semua toko online besar membuka preorder dengan harga sama, bonus sama, tapi diskon berbeda-beda tergantung kartu kredit yang digandeng. Aku pun mencoba membeli di JD.id karena menawarkan diskon Rp200ribu untuk kartu kredit BNI, tapi kucoba berkali-kali tidak berhasil mengurangi harga normalnya, mungkin kuota diskonnya sudah habis. Begitu pula dengan Lazada, aku mencoba memakai kartu BNI juga tidak berhasil mendapatkan diskon. Akhirnya aku teringat ada Dinomarket yang sepertinya jarang orang mengaksesnya. Dan benar di Dinomarket ada preorder juga malahan dengan tawaran cashback yang lebih variatif daripada toko online lainnya.

Di Dinomarket akhirnya kuputuskan untuk preorder Blackberry Aurora menggunakan kartu kredit Mandiri dan mendapatkan diskon Rp300 ribu dan asyiknya bisa dicicil 12x 0%, hehe...... sayangnya cuma tidak gratis ongkir, tapi nggak papa lah, yang penting lumayan diskonnya. BB Aurora akan mulai dikirimkan setelah tanggal 16 Maret 2017. Kebetulan si BB kualamatkan ke alamat istriku di Tulungagung Jawa Timur dengan ongkir plus asuransi Rp35.398. Semoga awet lah nanti dan bisa menunjang aktivitas mobile istriku.